3 Larangan Pegawai Negeri Sipil Selama Pilkada

3 Larangan Pegawai Negeri Sipil Selama Pilkada

Konten [Tampil]

 

3 Larangan Pegawai Negeri Sipil Selama Pilkada
Ilustrasi PNS (Gambar : GoWest.ID)

Berita.hikamfajri.my.id - Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang menunjukkan dukungan terhadap pasangan calon pada pemilihan kepala daerah (pilkada). Hal ini akan mengganggu netralitas PNS.

Misalnya, PNS dilarang memberikan like, share, dan komentar pada postingan calon kepala daerah.


Selain itu, PNS juga dilarang menghadiri pencanangan calon kepala daerah sehingga dilarang mengikuti perayaan kemenangan kepala daerah. Selain itu, apa saja batasannya?


1. Dilarang memberikan tanda suka dan Komentar di Media Sosial


Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengungkapkan ASN dilarang berkampanye atau bersosialisasi di media sosial seperti posting, komentar, sharing, dan like. “Ini yang menurut saya harus diwaspadai ASN. Secara tidak langsung komentar atau like atau share adalah bagian dari keberpihakan. Ini pelanggaran yang paling banyak,” kata Abhan.



Dilarang berfoto dengan Bapaslon / Paslon


Selain itu dilarang berfoto bersama pasangan bapaslon / calon dengan mengikuti lambang gerakan tangan atau gerakan yang menunjukkan keberpihakan. ASN juga dilarang menjadi nara sumber dalam kegiatan partai politik (kecuali untuk tugas dinas, disertai surat penugasan dari atasannya).


Dilarang ikut berpartisipasi dalam kegiatan keberpihakan


Selain itu dilarang melakukan kegiatan yang mengarah pada keberpihakan termasuk penggunaan barang yang berkaitan dengan jabatan atau harta benda untuk kepentingan pendeta.


ASN dilarang berpartisipasi sebagai pelaksana sebelum dan sesudah kampanye. Kemudian menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai / atribut PNS / tanpa atribut dan menggerakkan PNS atau orang lain.


Kemudian mengikuti kampanye suami atau istri calon kepala daerah yang berstatus ASN dan tidak mengambil cuti di luar tanggung jawab negara. Kemudian memberikan dukungan kepada calon kepala daerah dengan memberikan fotokopi KTP-nya. Kemudian ikut serta sebagai peserta kampanye dengan fasilitas negara.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak.

Lebih baru Lebih lama
close