Google Tidak Terima Dituduh Monopoli

Google membantah adanya monopoli

Konten [Tampil]

 

Google Tidak Terima Dituduh Monopoli
Google Tidak Terima Dituduh Monopoli (Gambar : Pixabay)

Berita.hikamfajri.my.id - Departemen Kehakiman Amerika Serikat menggugat Google bersama tuduhan monopoli bisnis. Google tidak menerima dan memasang badan.


Gugatan ini dimaksudkan kepada Google Alphabet Inc. Google diakui melakukan tindakan melanggar hukum untuk mempertahankan posisinya sebagai yang teratas dalam konteks penelusuran dan periklanan di internet.


Google dituduh menggunakan duit miliaran dolar yang dikumpulkan dari pengiklan, untuk membayar perusahaan ponsel layaknya seandainya Apple. Tujuannya agar jadi mesin pencari utama di browser pengguna internet.


Alphabet Inc menaungi Google, Android dan YouTube. Sementara Google menguasai 90% pencarian global. Apa sikap Google terhadap tuduhan ini?


Kepala Bagian Hukum Google, Kent Walker mengatakan Google beranggap gugatan ini cacat hukum. Google mengklaim pihaknya hadapi persaingan bersama Amazon dan Google mengklaim menolong banyak usaha kecil.


Baca juga : Wow, AS Siap Bubarkan Google Karena Langgar UU Persaingan Usaha


"Orang Mengenakan Google sebab mereka memilihnya, bukan dipaksa atau tidak bisa mendapatkan alternatif lain," kata Kent Walker dilansir New York Times, layaknya diihat Kamis (22/10/2020).



Walker mengatakan gugatan itu tidak dapat menolong para konsumen. Sebaliknya, hal itu dapat mendorong munculnya web site pencarian yang tidak berkualitas.


"Harga ponsel dapat naik dan orang dapat lebih ada problem memperoleh layanan pencarian yang ingin mereka gunakan," kilahnya.


Terkait deal bisnisnya bersama Apple --yang disebut sebagai bukti ada monopoli-- Google terhitung membantahnya. Menurut mereka tidak ada yang keliru pada kerjasama usaha Google dan Apple.


Alasannya, kastemer senantiasa bisa mengganti setelan pencarian asal tak hanya Google di perangkat mereka. Google berharap prioritas layanan pencarian di perangkat Apple, menurut mereka layaknya perusahaan sereal berharap slot utama di rak penjualan sebuah supermarket.


Selain di Amerika Serikat, Google terhitung sesungguhnya hadapi tuduhan monopoli di Uni Eropa, Inggris dan Australia. Sementara di Amerika, pihak Google terhitung menilai tuduhan monopoli ini bernuansa politis sebab pemerintahan Trump sesungguhnya kerap menyerang Google dan YouTube.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak.

Lebih baru Lebih lama