Habib Bahar Diduga Melakukan Penganiayaan Terhadap Pengemudi Taksi Online

Habib Bahar kembali jadi tersangka penganiayaan

Konten [Tampil]

 

Habib Bahar diduga melakukan penganiayaan terhadap pengemudi taksi online
Habib Bahar di Banjarmasin pada tahun 2018 (Foto : Wikipedia)

Berita.hikamfajri.my.id, Bandung - Habib Bahar bin Smith kembali diangkat sebagai tersangka kasus penganiayaan. Tim Pengacara Bahar menjelaskan bahwa kasus tersebut telah diselesaikan.

Diketahui kasus ini dilaporkan oleh seorang bernama Andriansyah pada tahun 2018 lalu. Kasus tersebut berlanjut hingga beberapa hari lalu, saat Bahar ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar.


"Jadi gugatannya harus diajukan dulu, sudah lama di 2018," kata kuasa hukum Bahar Ichwan Tuankotta usai konfirmasi, Selasa (27/10/2020).


Ichwan mengatakan bahwa pelapor itu adalah supir taksi online. Menurutnya, saat itu pelapor dan Bahar terlibat keributan.


“Ya saya tidak mengerti ada kesalahpahaman atau apa, ada yang dilakukan Habib Bahar,” kata Ichwan.


Saat itu, Andriansyah juga melapor ke polisi. Saat itu, kata Ichwan, Bahar memang belum banyak dikenal orang.



“Saat itu, karena Habib Bahar belum dikenal, Andriansyah langsung melapor ke polisi. Tiba-tiba ada masalah di Mabes Polri yang menyinggung perasaan Jok. Altof dan Jawa Barat (dua remaja teraniaya) terus berkembang. bahwa itu telah dibuka kembali, katanya.


Singkat cerita, lanjut Ichwan, antara Bahar dan Andriansyah sudah terjadi perdamaian. Padahal, dia mengaku pelapor telah mencabut laporan tersebut.


“Kita sudah berdamai dengan tuh orang, dan sudah ada bukti perdamaian dan pencabutan LP, punya bukti santunan berobat, ada video korban yang menyatakan kita damai. Ada empat barang bukti, semianya asli tidak ada yang dipalsukan, "kata Ichwan.


Habib Bahar kembali terjerat kasus dugaan penganiayaan. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat atas kasus penganiayaan.


Informasi yang dihimpun, dugaan kasus penganiayaan dilaporkan oleh seseorang bernama Andriansyah pada tahun 2018 ke Polda Jabar. Belakangan, Direktorat Reserse Kriminal Umum menaikkan status terlapor Bahar menjadi tersangka.


“Iya, hasil dari gelar tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2020).


Patut dicatat bahwa Bahar divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung atas penganiayaan dua remaja Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Sudah di penjara, Bahar kemudian berasimilasi sesuai dengan Peremenkum HAM Nomor 10 Tahun 2020 tentang asimilasi saat pandemi COVID-19.


Bahar dibebaskan pada Sabtu, 16 Mei 2020. Namun, baru tiga hari dibebaskan, Bahar kembali dipenjara setelah asimilasinya dicabut. Penarikan asimilasi dilakukan karena adanya acara proklamasi yang dihadiri banyak orang dan didapati melanggar PSBB.


Bahar kembali ke penjara. Bahkan dia dieksekusi di penjara Nusakambangan. Hingga akhirnya dipindahkan kembali ke Penjara Cibinong.


Surat mengingat asimilasi Bahar itu kemudian digugat di PTUN Bandung melalui tim kuasa hukum. Sidang berlanjut sampai juri akhirnya memenangkan hati Bahar dan menemukan bahwa surat pencabutan asimilasi tersebut tidak sah.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak.

Lebih baru Lebih lama