Hmmm... : Apa Perbedaan Jokowi dan Donald Trump? Ini Kata Fahri Hamzah

Hmmm... : Apa Perbedaan Jokowi dan Donald Trump? Ini Kata Fahri Hamzah

Konten [Tampil]

Hmmm... : Apa Perbedaan Jokowi dan Donald Trump? Ini Kata Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kiri) memberikan kegiatan pada kegiatan Orasi dan Dialog Kebangsaan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) di Kota Gorontalo, Gorontalo, Minggu (10/2/2019).


 Berita.hikamfajri.my.id - Politisi Partai Gelora Fahri Hamzah perlihatkan fase akibat akibat pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh Presiden RI Joko Widodo tidak mirip bersama yang terjadi terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.


Hal ini disampaikan Fahri selagi ngobrol bareng di kanal Youtube Fadli Zon Official. Bukan hanya itu, Fahri mengutarakan prediksi selagi 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin atau belum pandemi Corona menghantam dunia.


“Waktu itu aku menyatakan Pak Jokowi itu adalah presiden periode terakhir. Bahkan, aku menyatakan Jokowi itu beda bersama Donald Trump, ”kata Fahri Hamzah, layaknya dikutip Bisnis, Jum'at (23/10/2020).


Menurutnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang memasuki fase krisis Covid-19 bersama memikul beban yang amat berat, yaitu perlu diset terhadap Pemilihan Presiden AS 2020.


Trump perlu mempertimbangkan politisi Partai Demokrat sekaligus Wakil Presiden AS, Joe Biden.


“Dia [Trump] udah manfaatkan isu ini sebagai battle field dia. Dan gara-gara mainstream itu adalah ilmuwan, maka dia mengambil isu ini bersama protokol anti-ilmuwan. Jadi dia melawan seluruh ilmu ilmu perihal Covid-19, ”tutur Fahri.


Meski belum memasuki fase kritis, Fahri menilai Jokowi tidak memikul beban layaknya Donald Trump. Ini disebabkan gara-gara Jokowi baru saja memenangkan Pilpres 2019 supaya tidak pusing isu pemilihan umum.


Mantan aktivis 98 itu kembali membuka omongan mengenai 100 hari kerja Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurutnya, beban problem yang melaporkan bahwa Jokowi akan terkendali setelah dia berhasil melakukan rekonsiliasi.



“Pak Jokowi itu kecuali dia berhasil rekonsiliasi saja diteruskan begitu, lebih dari satu besar beban dari yang udah selesai. Karena seluruh orang akan membantu dia, seluruh orang akan beritikad untuk menyukseskan dia, gara-gara tidak akan jadi kompetitor, ”jelasnya.


Sayangnya, ide tersebut tidak dijalankan meskipun Fahri udah mengutarakan sejak sembilan bulan yang lalu.


Kendati demikian, menurut Fahri perihal tersebut disebabkan gara-gara ada kepentingan politik bersama kepentingan yang dimiliki Jokowi sebagai Presiden Indonesia.


“Jadi variabel politik di kurang lebih Pak Jokowi itu rumit dan kepentingannya berbeda-beda, bermacam-macam. Dan lebih dari satu kepentingan antaranya, atau kemungkinan lebih dari satu besar tidak mengenai bersama kepentingan Pak Jokowi itu sendiri. Baik sebagai pemimpin politik dan pemimpin negara, ”ucapnya.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak.

Lebih baru Lebih lama