Pakar Ungkap Bot Telegram Bisa Buat Foto Wanita Telanjang

Pakar mengungkapkan bahwa Bot Telegram bisa membuat foto wanita telanjang

Konten [Tampil]

 

Pakar Ungkap Bot Telegram Bisa Buat Foto Wanita Telanjang
Ilustrasi Aplikasi Telegram (Pixabay)

Berita.hikamfajri.my.id - Perusahaan keamanan Sensity membuktikan sudah mendapatkan jaringan bot deepfake di aplikasi percakapan Telegram yang sanggup mengakibatkan gambar wanita telanjang berdasarkan permintaan.

Pada Juli 2020, perusahaan mendapatkan bahwa bot berikut sudah menghasilkan deepfake berasal dari lebih kurang 104.000 wanita. Dalam tiga bulan terakhir, outputnya meningkat nyaris 200 persen.


Melansir Engadget, perusahaan menyampaikan bot berikut tidak menggunakan sebagian besar waktunya untuk mengolah gambar selebriti, tetapi mengakibatkan foto telanjang wanita yang dikenal oleh pengikut akun itu di kehidupan nyata.


Sensity bicara sebagian besar korban, dalam hal ini perempuan yang fotonya disalahgunakan barangkali besar tidak mengetahui gambar palsu berasal dari mereka beredar di internet. Perusahaan juga mendapatkan bahwa 'sejumlah' foto menampilkan anak-anak di bawah umur.


Mayoritas orang yang memakai perangkat lunak tersebut, lebih kurang 70 persen berasal berasal dari Rusia, negara yang hingga saat ini melarang Telegram. Di Rusia, bot itu juga masuk ke VK, jaringan fasilitas sosial terbesar di negara itu.



Jajak pendapat Sensity yang ditemukan di salah satu komunitas Telegram membuktikan bahwa bot belum digunakan secara luas di negara-negara berbahasa Inggris, layaknya Inggris dan Kanada.


Bot itu gratis untuk digunakan, tetapi pengguna sanggup membeli 'koin premium' untuk menghapus watermark yang dihasilkan oleh perangkat lunak dan mempercepat pemrosesan. Satu set 12 koin harganya setara bersama US$1,3 atau Rp19 ribu (kurs Rp14.635).


Melansir Gizmodo, gambar wanita yang dikirim oleh pengguna Telegram 'ditelanjangi' bersama memakai teknologi kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI).


Pengguna cuma memadai mengirim gambar wanita melalui aplikasi Telegram di computer atau smartphone. Setelah sebagian saat, pengguna berikut bakal terima gambar telanjang dan palsu secara gratis bersama watermark.


Menurut Sensity, terkandung 7 saluran Telegram bot deepfake bersama keseluruhan pengikut keseluruhan lebih berasal dari 100.000 anggota. Salah satu saluran apalagi mempunyai lebih berasal dari 45.000 anggota.


Sensity sudah melaporkan saluran berikut ke Telegram dan otoritas hukum, tetapi belum mendapat tanggapan. Sensity mengatakan bot terhadap Telegram itu memakai perangkat lunak DeepNude untuk mengakibatkan gambarnya.



Tidak mengetahui berapa banyak gambar yang merupakan kreasi non-konsensual, suatu bentuk pelecehan berbasis gambar.


Namun, jajak pendapat lain yang dikerjakan di salah satu saluran Telegram membuktikan bahwa dua pertiga pengguna memakai bot itu untuk mengakibatkan gambar wanita yang mempunyai pertalian dekat atau dikenalnya di kehidupan nyata.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak.

Lebih baru Lebih lama
close