Aliran Baru : Penikmat Bubur Goreng

Aliran Baru : Penikmat Bubur Goreng

Konten [Tampil]

Aliran Baru : Penikmat Bubur Goreng
Foto: Facebook Marjinal Food Vlogger



Berita.hikamfajri.my.id - Perdebatan soal cara makan bubur ayam memang kerap menyedot perhatian banyak netizen. Sekarang ada aliran baru yaitu bubur goreng. Bubur macam apa ini?

Bubur ayam merupakan hidangan yang biasa disantap saat sarapan. Ada juga sebagian orang yang makan bubur ayam di malam hari karena bisa menghangatkan badan.

Perdebatan tentang cara makan bubur tidak pernah berhenti. Sekte bubur terus keluar, menjadi semakin aneh. Namun, yang paling populer adalah bubur yang diaduk dan tidak diaduk.


Beberapa saat yang lalu, sekte bubur baru kembali menyita perhatian. Yakni bubur dengan tekstur kerupuk yang lembut. Kerupuk ini pertama-tama dimasukkan ke dalam mangkuk, lalu buburnya dituang.



Kembali ke perdebatan sengit tentang pengguna internet, ada bubur goreng. Bubur goreng ini sebenarnya bukan pemain baru, sudah ada sejak 2018. Namun ternyata banyak pengguna internet yang tidak mengetahuinya.


Cara memasak bubur goreng ini mirip dengan nasi goreng atau mie goreng. Tetap saja, banyak netizen yang menganggap sekte bubur ini aneh. Karena idealnya bubur ayam hangat tetap terasa nikmat meski baru direbus.

Seorang netizen Twitter dengan akun @Sesa_Opas (18/11) membagikan video bubur goreng milik Marjinal Food Vlogger. Ia meramaikan tweet artis Uus di Twitter. Sambil menuliskan keterangan, "Saya numpang membuat ramai".


Video tersebut memperlihatkan Vlogger Marginal Food sedang menikmati bubur goreng di salah satu warung. Ia juga memperlihatkan proses pembuatan bubur goreng.


Penjual menumis bawang terlebih dahulu lalu mencampur telurnya. Kemudian tambahkan telur bersama ayam cincang dan daun bawang iris tipis.


Setelah itu tuang bubur nasi hangat ke dalamnya. Penjual juga menambahkan kecap manis dan sambal. Bubur goreng jenis ini tidak menggunakan banyak bumbu seperti nasi goreng.

Setelah bubur goreng matang baru disajikan. Penyajiannya mirip dengan bubur ayam biasa. Penjual menambahkan taburan bawang merah goreng, kacang kedelai goreng, kerupuk, serta irisan ketimun dan tomat.


Bubur goreng ini ternyata dibuat oleh rumah makan Fried Owridge di Bang Juna. Jika penasaran dengan rasanya, Anda bisa mengunjungi toko yang berada di Jalan Jeruk Raya No. 40, Jagakarsa, Jakarta Selatan.


Bubur goreng ini buka setiap hari mulai pukul 06.00-12.00 WIB. Sangat cocok untuk dikonsumsi sebagai menu sarapan pagi.


Artis cantik Chacha Frederica mencoba peruntungannya dengan menjual bubur goreng. Tempat makan yang disebutnya "Chacha Burgo".

Aliran Baru : Penikmat Bubur Goreng
Bubur Goreng Foto: Instagram @chachaburgo


Chacha Burgo telah menyebar ke beberapa tempat di Jakarta, Surabaya, Palembang, Depok, dan Bekasi. Varian bubur goreng yang ditawarkan Chacha Frederica cukup beragam.


Beberapa asli, berwarna pelangi dan asin. Di sini Anda juga bisa menambahkan banyak topping seperti cakwe, cireng, bakwan, ke pentol goreng Anda. Harga satu porsi kurang lebih Rp 15.000 - 25.000.

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak.

Lebih baru Lebih lama